” Pengalaman baru Shifa “

Mama, udah..ayoo ..ayoo ( sambil merajuk ) dengan keringat yang membasahi kepalanya .

Berpeluh keringat saat pertama kali naik busway

Itulah celoteh shifa di saat dia sudah merasa jenuh dengan pengalaman barunya naik busway. Kebetulan saya ada keperluan harus kedaerah kota, saya ajak Shifa dan mbanya ( maksudnya sambil ngajak dia menggunakan kendaraan umum ). Berhubung saya paling males sama kemacetan kota Jakarta, jadilah mobil saya parkir di Blok M square dan saya melanjutkan perjalanan ke kota dengan menggunakan busway.

Saat kami duduk di busway ( karena saya naik di blok M,jadi masih sepi ) , reaksi shifa terbengong-bengong memasuki kendaraan besar, duduklah shifa dipangkuanku. Di setiap halte, pengguna busway mulai memenuhi bis yang kami tumpangi, tambah terbengong-bengong shifa melihat orang banyak yang berdiri ( tapi dia masih diam dan tidak ada suaranya ). Tetapi tanpa saya sadari dia begitu kencang memeluk tangan saya, dan membungkukkan badannya ( seperti ingin sembunyi , kasihan juga melihat mukanya dan kepalanya yang sudah mulai berkeringat). Saya coba alihkan dengan mengajak ngobrol, dan dia dengan merajuk “mama,ayoo.ayo.. udah ” saya paham bahasa tubuhnya yang mulai tidak nyaman dengan kondisi dalam bis. Saat yang bertepatan adanya demo sehingga arus busway pun ikut -ikutan tersendat. Untungnya kami tersendat pas dibundaran HI, sehingga saya bisa mengalihkan kegelisahan shifa dengan menunjukan air mancur dan patung selamat datang ( lumayan shifa bisa terhibur sedikit, walaupun saya sempet minta turun di jalan dan karena peraturan busway, supir dan keneknya tidak mengijinkan ) . Saya aja bete karena macet demo, apalagi anak umur 2 tahun yaa. Berbagai cara untuk mengalihkan perhatiannnya (busway ACnya juga gak dingin-dingin banget, sampai kasihan melihat kepalanya sudah basah karena keringat ).

Sepertinya kondisi jalanan tidak akan bersahabat sampai arah kota, akhirnya saya putuskan untuk turun dihalte sarinah, dan melanjutkan dengan kendaraan lain tetapi pastinya tidak melewati pusat demo. Saat turun muka kecilnya tambah bingung karena harus melewati tangga penyebrangan ( bingung kali dibawah banyak mobil ..hehehe..expresinya itu loh , apalagi  melihat banyak orang yang sedang berdemo).Tapi walaupun terlihat lelah, wajahnya terlihat happy karena mungkin melihat pemandangan baru tentang keramain kota .  Ada celetukan dia yang bikin saya ketawa ( mungkin dia denger saya bicara sama supir busway ) ” Ma acih mas, sama-sama bu ”

Okee shifa, nanti mama ajak naik kereta jabotabek yaa. pasti tambah terbengong dan ternganga..hehehehehe

Advertisements
Categories: Daily Life, My Girls | Leave a comment

“Sekotak bika dari Bang kumis”

“Da, ada titipan bika nih dari andi. Kata sahabatku lucky ( Kalo lucky baca ini, ingat gak yaaa 🙂 ) ,Oh ya makasih bilangin ya ky..” Itulah awalnya…..

Tahun 2000  (kalau tidak salah ),sahabatku lucky berencana mengenalkan temen pacarnya ke saya. ” Da, lo mau gak gue kenalin sama sahabatnya niko “, boleh ,ujar ku ( perbanyak teman khan lebih baik ). Akhirnya saya, lucky dan salah satu sahabatku time janjian ketemu dengan teman dekat lucky dan temannya yang mau dikenalin ke aku. Waktu pertama melihat , saya berbisik ke kedua temen saya..”hihi kurus amat yak, kumisnya gak nahan ” ( lelaki itu postur badannya kurus,tinggi,agak hitam,berkumis dan berkaca mata lumayan tebal ) temanku senyam senyum. Itulah awal saya berkenalan dengan mantan pacar saya.

Bang kumis tempoe doeloe

Kami bertukar nomor telepon. Awal nya saya atau bang kumis ( istilah saya ) bersilaturahmi via telepon tetapi dengan kesibukan masing – masing kami tidak pernah berhubungan lagi  kurang lebih 1 tahun. Di pertengahan 2001 , pagi saat dikantor teman saya lucky mengatakan ” Da, ada titipan bika ambon dari bang kumis nih “. Saya dengan datar menjawab, ” oiya bilangin kedia ya terima kasih”. Lucky balik mengatakan ” Ya lo aja deh yang langsung ngomong ke orangnya da”. Spontan aku jawab oke, tapi ky , ujar ku ” Punya nomor HPnya gak?.  di gue dah gak ada ky ” . Lucky langsung memberikan nomor HP bang kumis. Malamnya saya hubungi dia dan mengucapkan terima kasih atas bika ambonnya ( suara diseberang sepertinya bingung dan menjawab iya ..iya aja ).

Sejak saat itu silaturahmi kami mulai berjalan kembali. Awalnya kami silaturahmi via telepon. dan awal kami bertemu muka lagi pada saat malam taqbiran, dimana saat itu saya masih bekerja dan kebetulan lagi dicabang kebon jeruk. Selepas Magrib bang kumis sudah mendarat di kebon jeruk (mmm amboi , mana tahan dech sambil senyum- senyum sendiri), bang kumis menggunakan kemeja bunga-bunga dengan baju dimasukkan ( rapi sih ) tetapi pas ngelihat kebawah ,hahaha pakai sepatunya diinjak. Lanjut dengan pertemuan berikutnya sebagai teman . Dipenghujung tahun 2001 tepat nya malam tahun baru ( kebiasaan saya setiap malam tahun baru pasti kerja,karena saat itu saya harus buat program untuk memeriahkan tahun baru ). Bang kumis menjemput saya, dan saya ingat saat itu kami makan bakmi goreng pinggir jalan menteng, ngarul ngidul kita bertukar cerita dan pada akhirnya bang kumis jeletuk ” kalau niat saya tahun depan mau menikah ” .Ups, saya langsung terdiam ( dalam hati apaan sih maksudnya ) , minta diperjelas lha sama bang kumis. Ooooo ternyata… Itulah awal perubahan status teman menjadi jenjang yang lebih serius. dan keesokan hari saya beranikan diri membawa bang kumis kerumah untuk diperkenalkan ke Amak saya .Alhamdulillah komentar amakku hanya ” Dia baik ” ( lanjutkan..hehehehe )

Masa kini

15 September 2002,tepatnya digedung wanita kuningan, kamipun melangsungkan resepsi pernikahan .Saat menikah kami tidak ditemani oleh ayah kami karena mereka telah mendahului kami. Setelah beberapa bulan menikah, saat kita cerita mengenang pertemuan kita, barulah bang kumis kasih tahu, bahwa sebenarnya bika yang diberikan lucky itu bukan untuk saya tapi untuk lucky dan pasangannya ( ternyata ini ide lucky dan suaminya, agar pertemanan kami berlanjut )..hahahahahaha… makanya bang kumisku rada bingung saat saya telpon dan mengucapkan terima kasih.

Buat lucky dan nico, makasih yaa atas skenarionya 🙂

Categories: Hubby, Me, Uncategorized | 5 Comments

Celotehan shifa

Anandia Mushifa Azizah

“iiihh papa, angan alik-alik( tarik-tarik ) baju adeh ndooon ( dong ), nanti obek ( robek )” sejenak kami pandang-pandangan dan tersenyum..

Anandia Mushifa Azizah, anak ke-2 ku yang lahir tanggal “01022010”, tanpa ku sadari angka tersebut seperti pantulan cermin. Shifa adalah bayi yang sangat tenang, tiap malam hanya terbangun 1 kali hanya untuk minum susu, setelah itu tidur terlelap lagi. Alhamdulillah tumbuh kembangnya sesuai dengan tahapan usianya.

Banyak celotehannya yang kadang membuat kami tertawa, dengan mimik lucunya dengan lantang dia bicara sama kakaknya saat kakaknya ingin menggendongnya ” Tata ( kakak ), no..no.. endon ( gendong ) adeh, adeh belat ( berat )” . Kecepatannya menyimak apa yang didengar dan dilihat membuat kami waspada dalam mengawasinya .

Suatu hari , saat kakaknya sedang menyusun balok bersama Assisten rumah tangga kami, Shifa datang tiba-tiba dan langsung menghancurkan bangunan balok tersebut dengan kakinya . Kakak dan ART berbarengan mengatakan ” No.no.tendang-tendang ya , yang ditendang hanya bola ” dan adeknya mengikuti kalimat tersebut sambil lari ngacir ( hal ini dilakukan sampai 3 kali ), walhasil kakak dan ARTnya ngambek dan gak mau main lagi. Dengan wajah jailnya, shifa langsung mengambil alih permainan itu, dan dia menyusun balok-balok sampai tinggi. Ternyata kakak dan ART sudah punya siasat untuk serangan balasan, dan akhirnya… BRUUUK ! ( kakak meruntuhkan baloknya ) dengan dahi dikerutkan shifa teriak ” Ya..tata, ya mba..no..no..endang-endang  ndoon ( dong ), adeh tan ( khan) ape ( capek ) sambil merajuk .

Ada salah satu ritual shifa yang tidak kalah asyik bagi dirinya, yaitu ritual menyandera tanganku untuk dipegang dan dielus-elus saat dia mau minum susu dan tidur. Kadang saat bangun malam dan menangis, saya hanya tinggal menyodorkan tangan saja dan shifa kembali tertidur dengan pulas. Seperti biasa moment ini membuat kakaknya iseng biar adeknya menangis, diambilnya tangan saya, dan adeknya langsung ” Tata.. jangan ini tangan adeh, tata sana sambil memukul kakaknya “ bukannya kakaknya pergi, malah terus dibuat iseng adek sampai akhirnya menangis.

ciluk baaaaaa..

Suatu pagi saat saya sedang menonton acara musik, dan saat itu cherry bell sedang bernyanyi “your beautiful , tiba-tiba shifa lari kedepan TV dan menempatkan 2 tangannya di bawah dagu sambil menggoyangkan badannya dan mengikuti lagu tersebut dengan kalimat “ee..tipul..e tipul..tipul..amu antik-antik ati muuuuuu( sambil memonyongkan mulutnya “  grrrrrrhhhh..lha,kapan dia lihat nih lagu padahal tayangan favoritnya adalah baby tv dan chibebes.

Kesamaan dari anak-anakku muthia dan mushifa adalah aktif bergerak, cerewet, dan tidak pernah takut sama orang yang belum dikenal. Celotehan anak-anakku adalah obat lelah kami saat pulang kerja, karena selalu ada hal-hal yang baru khusus dari mulut shifa. Semoga anak-anakku selalu dalam lindunganNYA, dan kami dapat mendampingi mereka sampai besar nanti . Aamiin Yaa Robb.

Categories: My Girls | 3 Comments

LAS VEGAS.. I was there

Vegas 2001

 

Di sana Ayah ngomong sama Amak ” Coba Ida ikut ya….” ( Saat Ayah dan Amakku bertandang ke negeri Paman Sam ). Ayah melanjutkan kalimatnya ” Tapi Ayah yakin nanti upik ( terkadang ayahku memanggilku dengan panggilan anak perempuan minang ) akan kesana sendiri….”

Setiap ungkapan kata atau kalimat yang keluar dari mulut kita adalah doa ( pemikiran versi saya ).. Itulah sebait kalimat yang pernah ayahku ungkapkan kepadaku . Dan ternyata hal itupun terjadi.. Alhamdulillah Yaa Robb.

Kesempatan pertamaku bertandang ke negeri orang dan langsung menuju ke negara Paman Sam. Mungkin saya salah satu orang yang beruntung di tempat saya bekerja karena mengirim saya kesana untuk convention.

Siang itu boss minta saya untuk mempersiapkan beberapa reward card untuk acara buka puasa di rumah Owner tempat kami bekerja. Reward biasa diberikan kepada tim apabila target tercapai.  Reward nya bisa apa saja, dan yang paling seru rewardnya adalah ikut bersama owner kami untuk acara owner world convention yang akan dilaksanakan di LAS VEGAS. Saat saya membuat reward card, bossku meminta untuk sedikit memberikan cerita / clue tentang negara itu ( karena mungkin reward tersebut belum dipublish ke yang lain ), saat saya akan mencatumkan nama orang yang beruntung, boss saya bilang biar itu nanti saja masih dirahasiakan..okee deh boss.

Tibalah acara buka puasa di rumah ownerku yang dihadiri oleh perwakilan dari setiap cabang. Selepas sholat Isya, mulai lah acara pengumuman reward oleh para sesepuh , seperti biasa saat pengumuman reward setiap orang pasti menunggu ,kali aja cabang yang dipimpinnya dapat reward. Kalau saya dan tim ( Kebetulan departement saya adalah marketing ) jarang mendapatkan reward, karena memang reward biasanya untuk departement operation saja. Jadi marketing sebagai tim horee cuma ikutan ngeramein aja..hehehe..

Saat pengumuman reward terakhir ( Saya sambil berpikir siapa orang yang beruntung pergi ke Vegas..),, tiba-tiba boss saya menyuruh saya untuk membacakan reward tersebut..sambil saya berkelakar “mudah-mudahan saya ah yang dapat reward ini” .

Seperti biasa di awal kartu saya membacakan sedikit kisah reward ini ( negara yang akan dikunjungi oleh pemenangnya ) sambil bergaya seperti pembaca nominasi di acara2 award di TV, di akhir kalimat saya mengatakan” baiklah kira-kira siapa yang beruntung mendapatkan reward ini..??? sabar yaaa temans ( sambil saya membuka amplopnya ) dan yang akan ke VEGAS adalah….adalah…adalah ( mata saya berkaca-kaca dan mulut sedikit bergetar ) ..Saya lihat para Boss sudah pada senyum- senyum. Sambil pura-pura bertanya “siapa Da… ?” ( mungkin saya salah tingkah saat itu ) ..adalah..saya sendiri ( dengan memelankan suara saya )….wooooooowww..( entah atas perintah siapa semua berteriak dan mengucapkan selamat.

Saya tersadar..oh ternyata apa yang Ayahku ucapkan telah menjadi kenyataan. Terima kasih Ayah,ucapanmu adalah doa, tapi  sayang saat  itu Ayah telah berpulang kehadapan NYA, sehingga tidak bisa ikut merasakan kebahagiannya bersama anak bungsunya ini.

Awal tahun 2001, saya berangkat ke negeri Paman Sam dengan menggunakan pesawat Cathay Pasific. Saya pergi berdua dengan teman kerja saya, ini adalah awal saya pergi ke luar negeri. Kami transit di San Francisco dan melanjutkan dengan menggunakan American airlines ( kalau tidak salah ) menuju Las Vegas. Seperti orang dari desa menuju kota besar, saya begitu terkagum melihat kota metropolitan yang cool. Sampai di bandara Las Vegas, cukup surprise karena sarana bagi para penjudi sudah tersedia di  lobbi bandara.ckckckckck. Kami langsung menuju hotel tempat kami menginap di MGM hotel, dan lagi-lagi terkaget, dilobby hotel yang sangat luas sudah tersedia semua jenis untuk permainan judi ( surganya para penjudi ) dan ternyata disetiap sudut kota LAS Vegas ini semua fasilitas seperti hotel, mall, bandara dipastikan tersedia bagi orang-orang yang mencoba peruntungan dengan berjudi.

Secara kegiatan kami hanya berputar-putar melihat exhibition dan jalan-jalan di kota Vegas. Pernah disuatu malam kami mau mencoba peruntungan di mesin bingo. sebelum naik kekamar, kami mengelilingi lobby hotel dan mencoba salah satu mesin..hahaha gak disangka-sangka saya menang $ 200. Uang itu saya buat main lagi sampai akhirnya habis. Setelah 3 hari saya di Vegas saya sempat berkunjung ke Madam Tussauds dan berfoto dengan patung lilin para celeb dunia .

Bersama Whoopi Goldberg

Setelah puas di Las Vegas, kami melanjutkan perjalanan ke San Francisco, berkunjung ke Fishermen’s wharf . sempat kami tersesat didaerah hitam..ngeri juga tapi kami pede aja berjalan disana.

Akhirnya kami harus meninggalkan negeri Paman Sam dengan menggunakan pesawat yang sama, dan saya transit di Hong Kong. Pengalaman yang seru buat seorang yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke negara orang.

Categories: Travelling, Workie | 1 Comment

Kemesraan yang beranjak pudar

“Mi..Buka dunk kacamata hitamnya, malu tau..” itulah kalimat spontan yang keluar dari mulutku..pasalnya kami berada disalah satu klub malam yang lagi trend saat itu..grrrrrrr kami semua tertawa….

Sepenggal cerita diatas adalah bagian dari cerita masa lalu , dimana kami adalah sepupuan dan 1 anak bawang yaitu ponakan kami yang paling besar. Biasanya saat liburan sekolah atau lebaran, 4 orang sepupu saya yang berinisal AF, DE, RA, EA,SP ( sengaja saya kasih inisial ntar kalo dikasih nama asli ..mereka lebih ngetop lagi..hihi ).. biasanya kalau sudah pada ngumpul dan menginap ditebet, banyak hal kita lakukan, yaa tidur sampai malam karena saling bertukar cerita, curhat,  makan bakso. Dan paling kami diajak jalan sama Pakwo ( panggilan mereka terhadap ayah saya ) untuk makan keluar. Pastinya kebersamaan itu sering kami lakukan, dan orang tua mereka tidak keberatan apabila mereka harus berlama-lama dirumah Tebet. Sepupu2 saya ini saling 2 pasang kakak adik, yang mempunyai karakter berbeda. Lucunya yang bertitel adik lebih GALAK dibanding kakaknya. kadang berselisih tapi tetap mesra kalau sudah dilerai.

Saat saya memasuki phase bekerja, kebiasaan menginap tetap terjalin. dan karena saya sudah memiliki uang sendiri, kami sering mencoba makanan diresto atau warung bakso sekalipun.karena hobbi kami penyantap bakso dan mie ayam. Sering saya menjalani seru-seruan bersama mereka. mungkin karena saya tidak punya adik, jadi kalo mereka menginap rasanya rame aja gitu.

Suatu hari kami nekat berkunjung ke klub yang ada dibilangan kuningan. Saat itu mereka masih di SMP dan SMA ( sssttt jangan cerita-cerita sama ortunya, bisa diomelin nih..hehehehe ) tapi kami didampingi oleh kakak tertuaku. Dengan gaya sok dewasa kami memasuki klub tersebut..Yang lucunya sepupuku EA menggunakan kacamata hitam, ( CengDem ), sampai didalam cengdemnya gak dilepas ( bayangkan suasana klub khan gelap yaa, ditambah pake cengdem apa gak norak..hehe ) , dan kami tidak ada yang sadar, sampailah kami duduk disalah satu sudut ,baru tersadar ada salah satu dari kami yang gayanya gak naham ..spontan aja saya suruh lepas cengdemnya, walhasil pecahlah ketawa kita, (mungkin EA kalau lampunya terang, mukanya dah merah padam kali )

Seiring waktu satu persatu dari kami, mulai naik tingkat ( maksudnya sudah menjalani hidup berumah tangga ), dan kebiasaan menginap dan kumpul sudah mulai memudar, paling kita bertemu saat arisan keluarga atau setiap lebaran saja. Cuma tersisa 1 sepupuku yang masih suka menginap dan kebiasaannya suka buka2 lemari penyimpanan makanan muthia..siapa lagi kalau bukan EA..hihihi……

Miss U all AF,DE,RA dan EA..kemesraan ini janganlah cepat berlalu…kapan jalan bareng lagi yaaak…???? Yuuk mareeee

Categories: Around Me, Friends&Families | 8 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.